Senin, 06 Desember 2010

MENYEMBUNYIKAN SEDEKAH


Menyembunyikan sedekah diperlukan agar kita tidak terperosok dalam “ Riya ”. Pahala sedekah akan berkurang ketika sedekah hanya karena ingin dipuji oleh orang lain. Tatalah hati anda sebaik mungkin agar sedekah atau apapun yang anda kerjakan tidak sia-sia.

Hati anda tidak akan terganggu dengan berbagai macam pujian yang akan memerosokkan anda pada sesuatu yang mudharat. Akan tetapi, apabila anda memberitahukan sedekah untuk mempengaruhi orang lain untuk bersedekah juga, maka hal itu justru akan menimbulkan pahala dalam hidup anda.

Sebisa mungkin hendaknya bagi orang yang bersedekah untuk menyembunyikan sedekah, kecuali apabila menampakkan sedekah dengan membawa maslahat yang kuat.

Minggu, 21 November 2010

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG DICINTAI

Memberikan sesuatu yang paling dicintai merupakan salah satu yang dirasakan paling berat dalam kehidupan seseorang. Apabila anda mempunyai baju yang bagus, baju yang memang anda senangi sepanjang kehidupan anda, maka bagaimana anda bisa memberikan tersebut kepada orang lain.

Sungguh hal ini hanya gampang diucapkan akan tetapi akan susah untuk dilakukan, karena menyangkut perasaan seseorang. Hal ini merupakan ujian sejauhmana anda mampu memberikan sesuatu yang anda sukai.

Nabi Ibrahim bermimpi mengorbankan Ismail anaknya, maka sungguh Ibrahim menangis karena Ismail adalah anak yang satu-satunya dicintainya. Sebagai hamba Allah Ibrahim tetap mengorbankan anaknya walaupun digantikan oleh hewan kurban oleh Allah swt.

Kalau anda tahu bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang anda cintai di dunia ini tidak akan lama dan tidak akan kekal, sedangkan jika anda mencintai Allah akan selalu kekal selamanya.

Nasruddin Abdus Somad mengatakan memberikan sesuatu yang dicintai memang sangat susah, anda membutuhkan proses yang memungkinkan hati anda lebih lembut dan mengalahkan ego. Bagaimana caranya, segeralah realisasikan berikan barang / sesuatu apa yang paling anda cintai……………….

Disarikan dari Kisah inspiratif para pelaku sedekah dari Amrin Ra’uf

Rabu, 10 November 2010

KECEWA SETELAH SEDEKAH

Apakah anda pernah merasa kecewa ketika setelah bersedekah dengan niat untuk mengatasi masalah atau kesulitan seperti yang dianjurkan Nabi, ternyata tidak kunjung menerima seperti yang pernah dijanjikan. Padahal sudah jelas dikatakan :

  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dai Allah) dengan mengeluarkan sedekah (HR. Al-Baihaqi)
  • Allah berfirman dalam hadis Qudsi: “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Bahkan sudah ditambah amal amal lain seperti shalat Dhuha, Shalat Tahajud dan lain-lain tapi sepertinya kesulitan itu tak kunjung habis. Jangan terburu-buru berkecil hati dan berputus asa, nanti kita dapat digolongkan orang yang sesat. Dalam surat QS. Al Hijr: 56 Allah berfirman “ Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan, kecuali orang-orang yang sesat”

Apa yang harus dilakukan :

  1. Perbaiki hubungan silaturahmi, terutama dengan orang tua, Ridho Allah selaras dengan ridho orang tua, begitu juga pastinya murka-Nya, pasti selaras dengan murka orang tua. Hubungan dengan teman harus diperhatikan, kita dilarang memutuskan tali silaturahmi apalagi dendam.
  2. Perbanyak beristiqfar dan shala Taubat. Meminta ampunan atas kesalahan atau dosa yang sadar atau tidak sering kita lakukan. Dengan orang lainpun kita sering meminta maaf kalau ada kesalahan, apalagi kepada Tuhan yang mengatur segala urusan.
  3. Tetap konsisten shalat dhuha dan Tahajud. Shalat Dhuha dikenal sebagai “ Shalat pemancing rejeki” begitu juga shalat Tahajud. Shalat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, insya Allah Tuhan akan memberi tanpa harus diminita.
  4. Perbanyak sedekah. Kemungkinan sedekah masih dianggap kurang dan kita masih pelit dalam bersedekah dengan berlindung dibalik alasan “ biar sedikit asal ikhlas “. Kembali dianjurkan bersedekah 10 % dari “ nilai masalah kita “.
  5. Tetap memaksimalkan ikhtiar. Doa tanpa ikhtiar tidak akan mengubah kehidupan atau menyelesaikan masalah kita. Allah berfirman tidak akan mengubah nasib seseorang kalau dia sendiri yang tidak mau berubah atau berusaha mengubah nasibnya sendiri.

Sumber : Disarikan dari buku Ternyata Sedekah tidak harus Iklhas oleh Marah Adil

Sabtu, 23 Oktober 2010

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG HALAL

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG HALAL.

Rasulullah SAW bersabda: "Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram." (HR Bukhari). Empat belas abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadist ini, kini kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan dimana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, penggelembungan nilai proyek, pemerasan, penyuapan, pengoplosan BBM, produksi barang bajakan, bermain valas, dsb. Sehingga banyak orang yang menjadi korban karenanya. Bahkan tak jarang orang mengatakan "mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal".

Allah SWT sebenarnya telah memanggil hamba-Nya yang mukmin untuk mencari harta yang halal dan tidak makan kecuali yang halal: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik, yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar menyembah kadapa-Nya (QS. 2:172). Dalam ayat lain Allah berfirman: "Wahai manusia! Makanlah yang halal dan baik dari makanan yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan,sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu (QS. 2:168).

Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari ayat-ayat di atas:

  1. Allah yang menciptakan manusia tentu Dialah yang paling tahu apa yang terbaik bagi manusia. Barang-barang yang Allah haramkan itu bisa dipastikan bila dilanggar akan merusak tubuh kita. Dan kita telah menyaksikan betapa orang yang korupsi, meski sedikit, telah menghancurkan negara dan nasib berjuta rakyat, sebagaimana orang yang mabuk-mabukan telah merusak dirinya, akalnya, dan masa depannya.
  2. Harta yang haram ada dua macam: pertama, haram secara zat, seperti daging babi, bangkai, minuman yang memabukkan. Kedua, haram secara proses pendapatan, seperti harta hasil korupsi, curian, judi, penipuan, dsb. Kedua macam harta ini sama-sama membawa malapetaka bagi manusia dan kemanusiaan.
  3. Memperoleh harta secara halal adalah perjuangan yang sangat mulia, karena pada ayat di atas, Allah menganggapnya sebagai ekspresi keimanan dan bukti mensyukuri nikmat-Nya.

Rasulullah SAW pernah bercerita tentang seorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut, pakaiannya kotor, ia menadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata: Ya Rabb! Ya Rabb! Sedangkan makanan, minuman, dan pakaiannya haram. Mana mungkin, kata abi, permohonannya akan dikabulkan oleh Allah (HR Muslim). Ketika menyebut hadist ini Ibnu Katsir mengatakan: makanan halal adalah penyebab diterimanya doa dan ibadah, sebagaimana makanan haram penyebab ditolaknya doa dan ibadah.

Dalam bersedekahpun kita harus mengupayakan menggunakan harta yang bersumber dari harta yang halal. semoga Allah Swt memberikan kemudahan dan memberi petunjuk untuk mendapatkan harta yang halal yang tidak terkontaminasi oleh harta yang haram.

-------------------------------------------------
(Diambil dari Hikmah Republika)

Sabtu, 25 September 2010

Luruskan niat sedekah, dekatkan diri kita kepada Allah dengan riyadhoh

Dalam melakukan perbuatan apapun niat merupakan hal yang paling utama, apabila niat belum jelas, maka hasil yang akan diperoleh juga belum optimal. Dalam bersedekah niat awal sebaiknya diperbaiki dahulu agar anda selalu dalam kondisi yang terbaik.

Kalau kita memberikan sesuatu kepada orang lain hanya karena ingin dipuji, maka akibatnya yang akan terima adalah pujian dari orang lain, bukan membuat hati kita menjadi tenang atau pahala yang besar dari Allah Swt. Jika niat kita semata karena Allah, insya Allah kita akan mendapatkan semuanya baik di dunia maupun pahala dari Allah Swt.

Rasulullah Saw, bersabda, “ sesungguhnya segala perbuatan harus dimulai dari niat “ jika kita pintar menata niat dalam menjalani kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang beruntung, mulailah segala sesuatu dengan niat yang baik. Apabila ditengah perjalanan ada gangguan , kita harus ingat tetap pada niat awal, pikiran kita akan menjadi rem untuk melakukan perbuatan yang bertolak belakang dengan niat awal.

Untuk selalu istikomah atau konsisten dalam niat apapun, kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu mohon petunjuk kepada Allah maka perlu melakukan riyadhoh (Riyadhoh 40 hari ustads Yusuf Mansyur) dengan melakukan sebagai berikut :

  1. Jaga Shalat tahajjud 8 rekaat + witir 3 rekaat
  2. Jaga shalat shubuh, zuhur, Ashar, Mahgrib, dan Isya (Shalat berjemaah, di masjid, sunnah Tahiyyatul Masjid)
  3. Jaga waaqi’ah sesudah subur atau sesudah ashar.
  4. Jaga shalat dhuha 6 rekaat, yang kuat 12 rekaat.
  5. Baca Zikir setelah shalat, ditambah Yaa Rozzaaq 11 x, Ayat Kursi, Plus Qulhu 3x (setiap sholat)
  6. Jaga setiap hari membaca 300 x laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100 x, dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat
  7. Jaga setiap hari baca istighfar 100x
  8. Jaga setiap hari baca subhaanallahi wabihamdihi subhaanallaahil’adzhiem 100 x pagi dan 100 x sore (boleh habis dhuha dan habis azhar / jelang maghrib).
  9. Jaga setiap hari baca Yaasiin (bebas waktu, yang penting 1 hari 1 kali)
  10. Tutup malam dengan shalat sunnat 2 rekaat; baca qulyaa di rekaat pertama, Qulhu di rekaat kedua, setelahnya baca salah satu as Sajdah, tabaarok (al Mulk) atau ar-Rahmaan.

Insya Allah dengan melakukan riyadhoh diatas, niat kita akan selalu istikomah dan mendapatkan petunjuk serta ridlo dari Allah swt

Allah berfirman dalam surat Ash-Shaaffat (37) ayat 99 “ Ibrahim berkata,”sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku dan Dia akan memberikan petunjuk kepadaku “.

Sebuah hadis riwayat Ahmad dan Al-Thabrani berbunyi, “Barangsiapa yang mendekati Allah sesiku, Dia akan mendekatinya sehasta. Barangsiapa mendekati Allah sambil berjalan, Allah akan menyambutnya sambil berlari.” Balasan dari Allah selalu lebih hebat dari apa yang kita lakukan. Dalam Al-Quran surat Luqman, ayat 15, Allah swt juga berfirman: Ikutilah jalan orang yang kembali pada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Kulah kembalimu. Lalu Aku memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Sabtu, 14 Agustus 2010

PAHALA INFAQ

PAHALA INFAQ

Dalam Hadis Qudsi, Allah berfrman :

Wahai Bani Adam ! lakukanlah infaq, pasti Aku akan limpahkan kurnia kepadamu. Sesungguhnya nikmat dan kelebihan Nya, sangat penuh berlimpah ruah, tidak susut sedikitpun baik siang maupun malam.

Allah memerintahkan manusia supaya melakukan infaq dan membelanjakan sebagian rizqi yang telah dilimpahkan-Nya kepada fakir, miskin, orang yang sangat memerlukannya dan untuk kebaikan dan kemanfaatan orang banyak.

Allah tetap dan pasti membalas infaq atau belanja yang telah dikeluarkan hamban-Nya, dan akan dibalas berlipat ganda. Allah membalas dengan cara-Nya sendiri, baik hamba-Nya sadar atau tidak sadar, balasan-Nya akan melimpah kepadanya di dunia atau ditangguhkan pada waktu yang ditentukan-Nya sendiri atau ditangguhkan-Nya pada hari akhirat kelak.

Allah mempunyai gudang rizki dan nikmatnya sangat penuh, bertumpuk dan melimpah ruah, tidak pernah susut isinya dan tidak pernah berkurang, oleh karena itu jangan merasa ragu melakukan infaq kepada kerabat, keluarga dan family terdekat (yang bukan menjadi tanggungannya) ada lebih utama daripada ke orang lain. Sesudah mereka, barulah dilakukan kepada orang-orang fakir yang taat kepada Allah. Mendahulukan mereka daripada orang yang tidak melaksanakan kewajiban agamanya, akan menjaga dan merangsang mereka untuk terus berpegang kepada agamanya. Demikianlah seterusnya dan diutamakan mana yang lebih besar manfaatnya, lebih bermanfaat kegunaannya dan lebih banyak buahnya.

Dalam Q.S.2 .al- Baqarah : 261 :

Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah seperti sebuah biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berbuah seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah mempunyai karunia yang luas, lagi maha mengetahui.

Dalam Q.S.2. al- Baqarah : 245

Siapakan yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik? Allah akan melipatgandakan pahalanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah yang menyempitkan dan Yang melapangkan rizki. Dan kepa-Nya kalian dikembalikan

Dalam QS.57.al-Hadid : 7

Siapakah yang mau memberikan pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik? Allah akan melipatkan gandakan pahala baginya yang mulia.

Dalam QS.35. Fathir : 29-30

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizkinya yang Kami anugerahkan kepada mereka baik secara diam-diam maupun secara terang terangan. Merekalah yang mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi. Karena Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Syukur.

Semua anjuran, sifat dan akhlaq yang disebut dalam al-Quran itu, telah menjadi akhlaq Nabi saw dan telah diamalkan sebagaimana mestinya.Nabi saw, orang paling darmawan. Beliau banyak sekali melakukan infaq dan sempurna sekali kedermawanannya

Semoga kita dapat mencontohnya dengan penuh ikhlas.

Disarikan dari Hadits Qudsi.

MATEMATIKA SEDEKAH

Matematika Sedekah

Artikel ustadz Yusuf Mansur

Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.


Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain.kepada yang mau peduli dan berbagi.


Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.


Matematika Dasar Sedekah
Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?


10 – 1 = 19
Pertambahan ya? Bukan pengurangan? Kenapa matematikanya begitu? Matematika pengurangan darimana?
Koq ketika dikurangi, hasilnya malah lebih besar? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak lagi.


Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil dari QS. 6: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Jadi, ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 di antara yang sepuluh itu, maka hasil akhirnya, bukan 9. Melainkan 19. Sebab yang satu yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat. Hasil akhir, atau jumlah akhir, bagi mereka yang mau bersedekah, tentu akan lebih banyak lagi, tergantung Kehendak Allah. Sebab Allah juga menjanjikan balasan berkali-kali lipat lebih dari sekedar sepuluh kali lipat. Dalam QS. 2: 261, Allah menjanjikan 700x lipat.


Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? Bukalah mata hati, dan kembangkan ke-husnudzdzanan, atau positif thinking ke Allah. Bahwa Allah pasti membalas dengan balasan yang pas buat kita.


Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak Kita sudah belajar matematika dasar sedekah, dimana setiap kita bersedekah Allah menjanjikan minimal pengembalian sepuluh kali lipat (walaupun ada di ayat lain yg Allah menyatakan akan membayar 2x lipat). Atas dasar ini pula, kita coba bermain-main dengan matematika sedekah yang mengagumkan. Bahwa semakin banyak kita bersedekah, ternyata betul Allah akan semakin banyak juga memberikan gantinya, memberikan pengambalian dari-Nya.

Ilustrasi matematika berikut ini:
Pada pembahasan yang lalu, kita belajar:
10 – 1 = 19
Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:
10 – 2= 28
10 – 3= 37
10 – 4= 46
10 – 5= 55
10 – 6= 64
10 – 7= 73
10 – 8= 82
10 – 9= 91
10 – 10= 100

Semakin banyak dan semakin banyak. Sekali lagi, semakin banyak bersedekah, semakin banyak penggantian dari Allah.
Mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan kita untuk bersedekah, meringankan langkah untuk bersedekah, dan membuat balasan Allah tidak terhalang sebab dosa dan kesalahan kita.

2.5 % Tidaklah Cukup

Saudaraku, barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga kesedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa diangkat, 2,5%. Kita akan coba ilustrasikan, dengan perkalian sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh yang signifikan.

Contoh berikut ini, adalah contoh seorang karyawan yang punya gaji 1jt. Dia punya pengeluaran rutin sebesar 2jt. Kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1jt itu. Maka kita dapat perhitungannya sebagai berikut:
Sedekah: Sebesar 2,5%
2,5% dari 1.000.000 = 25.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 25.000 = 975.000
Tapi kita belajar, bahwa 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki tak terdugasebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000


Lihat, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1jt, “hanya” jadi Rp. 1.225.000,-. Masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar Rp. 2jt. Boleh dibilang secara bercanda, bahwa jika dia sedekahnya “hanya” 2,5%, dia masih akan keringetan untuk mencari sisa 775.000 untuk menutupi kebutuhannya. Coba Jajal Sedekah 10 % Saudara sudah belajar, bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup.

Ketika diterapkan dalam kasus seorang karyawan yang memiliki gaji 1jt dan pengeluarannya 2jt, maka dia hanya mendapatkan pertambahan 250rb, yang merupakan perkalian sedekah 2,5% dari 1jt, dikalikan sepuluh. Sehingga “skor” akhir, pendapatan dia hanya berubah menjadi Rp. 1.225.000. Masih cukup jauh dari kebutuhan dia yang 2jt.

Ilustrasi sedekah 10%.


Sedekah: Sebesar 10%
10% dari 1.000.000 = 100.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 100.000 = 900.000
Kita lihat, memang kurangnya semakin banyak, dibandingkan dengan kita bersedekah 2,5%. Tapi kita belajar, bahwa 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar:
900.000 + 1.000.000 = 1.900.000
Dengan perhitungan ini, dia “berhasil” mengubah penghasilannya, menjadi mendekati angka pengeluaran yang 2jt nya. Dia cukup butuh 100rb tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkan 2.5 ITU CUKUP, KALAU ..

Setiap perbuatan, pasti ada balasannya.