Sabtu, 17 September 2011

KETELADANAN RASULULLAH KETIKA DISAKITI

Keteladanan Rasulullah ketika disakiti.

Sebaik baik akhlaq

Adalah adalah Rasulullah SAW. Karena itu, dalam setiap shalat, kaum

muslimin selalu mengucapkan shalawat kepada Rasulullah. Kepribadian
Nabi Muhammad SAW yang jujur dan lembut membuat beliau digelari Al-Amin
atau yang dapat dipercaya.
Terlahir sebagai yatim piatu, Rasulullah
dikenal sebagai sosok yang mulia serta sangat menyayangi kaum dhuafa
dan anak-anak yatim piatu. Sikapnya yang santun dan bijaksana membuat
beliau sangat disegani oleh kaumnya, sebelum akhirnya wahyu Allah
datang kepada beliau. Yakni, perintah membawa risalah Islam kepada
seluruh manusia.

Tak ada yang tak indah pada kepribadian kekasih Allah tersebut.
Sebuah sikap Rasulullah SAW yang amat mengagumkan adalah kesabaran.
Perbuatan itu memang selalu beliau anjurkan, baik kepada kaumnya yang
terdahulu maupun kita, pengikutnya sebagai umat akhir zaman. Pada
awal-awal masa dakwah kenabiannya, sungguh berat penderitaan yang
diterima beliau. Caci maki dan siksaan dari kaum kafir Quraisy menjadi
hal sehari-hari yang beliau terima. Malah, sepeninggal paman beliau,
Abu Thalib, siksaan kaum Quraisy semakin menjadi-jadi. Adalah kesabaran
yang luar biasa beliau tunjukkan menghadapi
masa-masa berat itu.

Satu hikmah lewat kisah mengharukan saat beliau memasuki Kota Thaif
untuk berdakwah kiranya dapat kita ambil sebagai teladan dari kesabaran
Rasulullah SAW. Di kota tersebut, siksaan yang Rasulullah terima sangat
hebat. Sepanjang jalan, Rasulullah dilempari kotoran. Tidak hanya itu,
tubuhnya pun dilempari batu hingga wajah beliau berdarah-darah. Namun,
tindakan biadab tersebut tidak menjadikan Rasulullah kendur dalam
mendakwahkan Islam. Bahkan, Malaikat Jibril pun menawari Rasulullah SAW
untuk membalas perlakuan kaum kafir yang sudah di luar batas
kemanusiaan itu.

Namun apa jawab Nabi? "Mereka (kaum kafir itu) berbuat demikian
karena mereka tidak tahu," kata baginda Rasulullah. Beliau bahkan
mendo'akan kaum kafir tersebut agar diberi hidayah oleh Allah SWT.
Sungguh indah tindakan Nabi. Dalam diri beliau begitu tertanam cinta
kasih yang luar biasa. Keburukan dibalas dengan kebaikan. Perlakuan
tidak menyenangkan dibalas dengan mendo'akan untuk kebaikan.
Penganiayaan yang beliau terima tidak dibalas dengan emosi.

Ketika Islam sudah bergema di seluruh penjuru jazirah Arab, sikap
hidup Rasulullah tidak berubah, yakni sabar dan sederhana. Itu beliau
tunjukkan saat hendak mengikuti salah satu shalat Subuh berjama'ah
bersama para sahabat. Perut beliau yang kurus dibebati kain yang berisi
batu untuk menahan lapar. Salah seorang sahabat Nabi, Abu Bakar
Ash-Shidiq RA, yang mengetahui hal itu menangis melihat keadaan
Rasulullah. Padahal, jika Rasulullah mau, harta, kekayaan, dan makanan
lezat siap tersaji. Tapi, tidak.
Rasulullah tidak melakukannya. Pribadi
yang mulia dan arif menjadikan Rasulullah menjadi contoh bagi seluruh
manusia. Bahkan, Siti Aisyah RA menyebut suaminya tersebut sebagai
Al-Qur'an yang berjalan. Benar! Sikap dan perbuatan Nabi Muhammad SAW
merupakan amalan yang menjadikannya teladan sesuai petunjuk Al-Qur'an.
***
Kesabaranlah yang menjadi kunci keberhasilan Rasulullah dalam
mensyiarkan Islam hingga dikenal di seluruh penjuru dunia seperti
sekarang ini. Sabar menerima cobaan dan hidup sederhana merupakan salah
satu perbuatan yang beliau contohkan. Sabar memang harus diaplikasikan
dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Sebab, itulah yang dicontohkan
oleh Baginda Rasulullah SAW. Implementasi kesabaran yang diajarkan oleh
Rasulullah adalah syukur nikmat. Yakni, bersyukur atas segala nikmat
yang diberikan oleh Ar-Rahman.

Jika kesabaran telah merangkup di kalbu, jika ibadah dilakukan
semata karena Allah, maka tidak ada balasan yang setimpal kecuali
pahala berlipat ganda telah menanti. Bukankah hidup itu bukan hanya
urusan perut dan dunia semata? Kampung akhirat jauh lebih menjanjikan
kebahagiaan dan inilah janji Allah kepada hamba-hambaNya yang bertakwa.
Baginda Rasulullah pun telah mewariskan kepada umatNya, Al-Qur'an dan
As-Sunnah sebagai pedoman hidup, yang jika diimplementasikan, maka
hidup manusia tidak akan tersesat. Kami merindukanmu, ya Rasulullah.

disarikan : www.kotasantri.com

Rabu, 24 Agustus 2011

Ayat ayat puasa

Firman Allah Mengenai Puasa Ramadhan :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa"

(Q.S. Al-Baqarah: 183)

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

(Q.S. Al-Baqarah: 184).

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.”

(Q.S. Al-Baqarah: 185)

Kegiatan Ramadhan 2011

Pada tanggal 14 Agustus 2011 dilakukan buka bersama dan pembagian sejadah serta al-Quran bagi anak asuh Yayasan Darul Hikam di Jl. Kahuripan Raya no 22 Perumnas III Tangerang. Kegiatan ini ditujukan untuk lebih mengenal secara lebih dekat anak asuh sehingga dapat memahami potensi dan wawasannya. Dalam pertemuan ini diminta setiap anak asuh untuk membaca surat-surat pendek al-Quran dan mendapatkan hadiah apabila telah berhasil menghafal surat pendek sesuai kemampuan dan target yang disepakati.


Komiunitas Taman Kahuripan Al-Hayy Al-Qayyum berupaya untuk selalu meningkatkan kemampuan anak asuh (yatim dan dhuafa) secara bertahap dengan memberikan motivasi agar selalu meningkatkan hafalan al-Quran dan berperilaku santun dan sopan sesuai ajaran islam.

Kamis, 04 Agustus 2011

silaturahmi 30 Juli 2011

SILATURAHMI ANAK ASUH (YATIM DAN DUAFA) TAMAN KAHURIPAN TGL 30 JULI 2011

Silaturahmi anak asuh Taman Kahuripan, dilaksanakan tanggal 30 Juli 2011 dihadiri seluruh pengurus Taman Kahuripan, Ketua RW 16 Cibodas Baru, perumnas III Tangerang (bp. Cipto), Koordinator anak asuh di desa Cibodas baru, Yayasan Darul Hiqam (Bp. Sirajudin, Bp. Samsuri) serta anak asuh di wiayah Tangerang,

Acara silaturahmi meliputi doa yassin bersama, ceramah oleh ustad Yusuf, lantunan ayat suci oleh sdr. Agus Nurwansyah,. pemberian bantuan buku tulis, bantuan sekolah rutin setiap bulan serta santunan kepada para lanjut usia di daerah bencongan Tangerang.

Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan anak asuh Yatim dan Dhuafa Taman Kahuripan, maka setiap pertemuan akan dilakukan lomba menghafal al-Qur’an. Hal ini untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak asuh maupun kita semua untuk mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari diawali dengan membaca Al-Qur’an dan memahami artinya.

Dalam hiruk pikuk kehidupan dunia ini, kadang kita lupa pedoman hidup manusia yaitu Al-Qur’an.

Selasa, 26 Juli 2011

Bagaimana rejeki dapat membawa berkah

Bagaimana rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.

Sabda Rasulullah SAW, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

Pertama, mengundang datangnya rezeki.

Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba- Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

Kedua, sedekah dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.

Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.

Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bias memanjangkan umur.”

Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah (baik).

Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?

Disarikan dari : sampaikan walaupun satu ayat ( Erva Kurniawan )

Selasa, 12 Juli 2011

KENAPA ORANG LUPA BERSYUKUR

Kita sering memusatkan diri pada yang kita inginkan bukan apa yang kita miliki.

    Kita mengukur nikmat Allah dengan ukuran diri kita sendiri, arinya jika keinginan kita dipenuhi, maka akan mudah untuk bersyukur. Jika belum dikabulkan maka kita enggan untuk bersyukur. Padahal apa yang kita ingginkan belum tentu yang terbaik dihadapan Allah dan belum tentu yang terbaik buat diri kita. Pikiran kita dipenuhi dengan target dan keinginan. Kita mengharapkan rumah mewah, mobil mwah serta pekerjaan yang banyak mendapatkan uang. Namun pada saat kita telah mendapatkannya pasti ada keinginan lain yang lebih besar, sehingga manusia tidak pernah puas, sehingga kita tidak pernah merasakan kekayaan sejati. Kekayaan dalam arti sesungguhnya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

    2. Selalu melihat orang lain lebih nikmat dibandingkan kita.

      Perilaku ini menyuburkan sifat iri dan dengki kepada orang lain. Kita jangan selalu melihat orang yang selalu lebih dari kita namun melihat orang lain yang lebih rendah dari kita sehingga kita selalu bersyukur.

      3. Menganggap apa yang kita miliki adalah hasil usaha sendiri.

      Perilaku ini menumbuhkan sikap kikir dan melupakan Allah sebagai pemberi nikmat

      4. Nikmat Allah yang diberikan kepada kita seolah-olah merupakan hak kita hidup di dunia antara lain nikmat sehat, makan, minum, bernafas, mendengar, melihat dan nikmat yang lain yang selalu diberikan kepada kita sehari hari seolah-olah dianggap hal yang biasa.

        Kamis, 07 Juli 2011

        Manfaat sedekah

        Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya." (Al- Baqarah ayat 261)

        Wahai orang yang beriman! Belanjakanlah pada jalan Allah sebahagian daripada hasil usaha kamu yang baik dan sebahagian daripada apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat, padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu kalau diberikan kepada kamu, kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi sentiasa terpuji.” (Al-Baqarah ayat 267)

        “Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya antara hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya, dan apa saja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki” (Saba’ ayat 39).

        “Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api” (Hadis Riwayat At Tirmidzi)

        والله أعلم

        Moga ada manfaat.