Jumat, 28 Januari 2011

BERSEDEKAHLAH WALAUPUN SEDIKIT

LEBIH BAIK BERTINDAK WALAU SEDIKIT, DARIPADA TENGGELAM DALAM ANGAN ANGAN INGIN BERTINDAK BANYAK”

Ungkapan diatas dapat menjadi refleksi bagi kita dalam melakukan sedekah. Lebih baik kita memberikan kepada orang lain Rp.. 20.000 daripada tidak memberikan sama sekali dan hanya berangan angan memberi Rp. 2.000.000.

Kita menjadi orang yang mampu melawan diri sendiri ketika sudah mampu memberikan sedekah kepada orang lain. Allah akan menilai sedekah dari tingkat keikhlasannya.

Muhammad Osman Bakar mengatakan bahwa nilai sedekah tergantung pada kondisi hati anda pada saat memberikan. Kalau memberikan dengan ikhlas maka nilai sedekahnya akan semakin tinggi. Kita memberikan sesuai dengan rasa ikhlas kita masing masing, bukan karena dipaksa orang lain, sebab apabila kita melakukan dengan keterpaksaan maka akan selalu menjadi beban pikiran dalam hidup anda. Namun walaupun tidak ikhlas, Allah tetap akan memberikan pahala buat kita, walaupun sedikit.

Sedekah pada dasarnya untuk kepentingan manusia baik di dunia maupun di akhrerat kelak, oleh karena itu bersedekah dalam jumlah yang banyak dan ikhlas merupakan pilihan terbaik bagi manusia.

" Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di Jalan Allah, bagaikan sebiji benih menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap tangkai ada seratus Biji. Allah akan melipatgandakan bagi siapa dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas pemberian-Nya Dan Maha Mengetahui Atas semua hamba-Nya." (QS. Al Baqarah: 261)

Last Updated on Saturday, 29 January 2011 05:38

Selasa, 11 Januari 2011

silaturahmi dan pengajian Taman Kahuripan

Dalam rangka silaturahmi komunitas Taman Kahuripan, pada harri sabtu tanggal 8 januari 2011 telah telah dilaksanakan pengajian, ceramah dan doa bersama bersama ustad Nur di jalan palem V no. 9 Palem Semi Tangerang. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 anak asuh di daerah Tangerang dan keluarga besar Taman Kahuripan Al Hayy Al Qayyum.

Materi Ceramah yang disampaikan ustad Nur, mengenai bagaimana menjadi orang beriman. Ciri ciri orang beriman antara lain:

- Takut kepada Allah
- Beriman kepada al-qur'an

- Berserah diri kpd Allah (tawakkal)

- Mendirikan sholat

- Bersedekah

Semoga kita bisa tergolong orang beriman atau berusaha menjadi orang beriman. amien.

Senin, 06 Desember 2010

MENYEMBUNYIKAN SEDEKAH


Menyembunyikan sedekah diperlukan agar kita tidak terperosok dalam “ Riya ”. Pahala sedekah akan berkurang ketika sedekah hanya karena ingin dipuji oleh orang lain. Tatalah hati anda sebaik mungkin agar sedekah atau apapun yang anda kerjakan tidak sia-sia.

Hati anda tidak akan terganggu dengan berbagai macam pujian yang akan memerosokkan anda pada sesuatu yang mudharat. Akan tetapi, apabila anda memberitahukan sedekah untuk mempengaruhi orang lain untuk bersedekah juga, maka hal itu justru akan menimbulkan pahala dalam hidup anda.

Sebisa mungkin hendaknya bagi orang yang bersedekah untuk menyembunyikan sedekah, kecuali apabila menampakkan sedekah dengan membawa maslahat yang kuat.

Minggu, 21 November 2010

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG DICINTAI

Memberikan sesuatu yang paling dicintai merupakan salah satu yang dirasakan paling berat dalam kehidupan seseorang. Apabila anda mempunyai baju yang bagus, baju yang memang anda senangi sepanjang kehidupan anda, maka bagaimana anda bisa memberikan tersebut kepada orang lain.

Sungguh hal ini hanya gampang diucapkan akan tetapi akan susah untuk dilakukan, karena menyangkut perasaan seseorang. Hal ini merupakan ujian sejauhmana anda mampu memberikan sesuatu yang anda sukai.

Nabi Ibrahim bermimpi mengorbankan Ismail anaknya, maka sungguh Ibrahim menangis karena Ismail adalah anak yang satu-satunya dicintainya. Sebagai hamba Allah Ibrahim tetap mengorbankan anaknya walaupun digantikan oleh hewan kurban oleh Allah swt.

Kalau anda tahu bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang anda cintai di dunia ini tidak akan lama dan tidak akan kekal, sedangkan jika anda mencintai Allah akan selalu kekal selamanya.

Nasruddin Abdus Somad mengatakan memberikan sesuatu yang dicintai memang sangat susah, anda membutuhkan proses yang memungkinkan hati anda lebih lembut dan mengalahkan ego. Bagaimana caranya, segeralah realisasikan berikan barang / sesuatu apa yang paling anda cintai……………….

Disarikan dari Kisah inspiratif para pelaku sedekah dari Amrin Ra’uf

Rabu, 10 November 2010

KECEWA SETELAH SEDEKAH

Apakah anda pernah merasa kecewa ketika setelah bersedekah dengan niat untuk mengatasi masalah atau kesulitan seperti yang dianjurkan Nabi, ternyata tidak kunjung menerima seperti yang pernah dijanjikan. Padahal sudah jelas dikatakan :

  • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dai Allah) dengan mengeluarkan sedekah (HR. Al-Baihaqi)
  • Allah berfirman dalam hadis Qudsi: “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Bahkan sudah ditambah amal amal lain seperti shalat Dhuha, Shalat Tahajud dan lain-lain tapi sepertinya kesulitan itu tak kunjung habis. Jangan terburu-buru berkecil hati dan berputus asa, nanti kita dapat digolongkan orang yang sesat. Dalam surat QS. Al Hijr: 56 Allah berfirman “ Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan, kecuali orang-orang yang sesat”

Apa yang harus dilakukan :

  1. Perbaiki hubungan silaturahmi, terutama dengan orang tua, Ridho Allah selaras dengan ridho orang tua, begitu juga pastinya murka-Nya, pasti selaras dengan murka orang tua. Hubungan dengan teman harus diperhatikan, kita dilarang memutuskan tali silaturahmi apalagi dendam.
  2. Perbanyak beristiqfar dan shala Taubat. Meminta ampunan atas kesalahan atau dosa yang sadar atau tidak sering kita lakukan. Dengan orang lainpun kita sering meminta maaf kalau ada kesalahan, apalagi kepada Tuhan yang mengatur segala urusan.
  3. Tetap konsisten shalat dhuha dan Tahajud. Shalat Dhuha dikenal sebagai “ Shalat pemancing rejeki” begitu juga shalat Tahajud. Shalat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, insya Allah Tuhan akan memberi tanpa harus diminita.
  4. Perbanyak sedekah. Kemungkinan sedekah masih dianggap kurang dan kita masih pelit dalam bersedekah dengan berlindung dibalik alasan “ biar sedikit asal ikhlas “. Kembali dianjurkan bersedekah 10 % dari “ nilai masalah kita “.
  5. Tetap memaksimalkan ikhtiar. Doa tanpa ikhtiar tidak akan mengubah kehidupan atau menyelesaikan masalah kita. Allah berfirman tidak akan mengubah nasib seseorang kalau dia sendiri yang tidak mau berubah atau berusaha mengubah nasibnya sendiri.

Sumber : Disarikan dari buku Ternyata Sedekah tidak harus Iklhas oleh Marah Adil

Sabtu, 23 Oktober 2010

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG HALAL

SEDEKAH DENGAN HARTA YANG HALAL.

Rasulullah SAW bersabda: "Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram." (HR Bukhari). Empat belas abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadist ini, kini kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan dimana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, penggelembungan nilai proyek, pemerasan, penyuapan, pengoplosan BBM, produksi barang bajakan, bermain valas, dsb. Sehingga banyak orang yang menjadi korban karenanya. Bahkan tak jarang orang mengatakan "mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal".

Allah SWT sebenarnya telah memanggil hamba-Nya yang mukmin untuk mencari harta yang halal dan tidak makan kecuali yang halal: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik, yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar menyembah kadapa-Nya (QS. 2:172). Dalam ayat lain Allah berfirman: "Wahai manusia! Makanlah yang halal dan baik dari makanan yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan,sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu (QS. 2:168).

Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari ayat-ayat di atas:

  1. Allah yang menciptakan manusia tentu Dialah yang paling tahu apa yang terbaik bagi manusia. Barang-barang yang Allah haramkan itu bisa dipastikan bila dilanggar akan merusak tubuh kita. Dan kita telah menyaksikan betapa orang yang korupsi, meski sedikit, telah menghancurkan negara dan nasib berjuta rakyat, sebagaimana orang yang mabuk-mabukan telah merusak dirinya, akalnya, dan masa depannya.
  2. Harta yang haram ada dua macam: pertama, haram secara zat, seperti daging babi, bangkai, minuman yang memabukkan. Kedua, haram secara proses pendapatan, seperti harta hasil korupsi, curian, judi, penipuan, dsb. Kedua macam harta ini sama-sama membawa malapetaka bagi manusia dan kemanusiaan.
  3. Memperoleh harta secara halal adalah perjuangan yang sangat mulia, karena pada ayat di atas, Allah menganggapnya sebagai ekspresi keimanan dan bukti mensyukuri nikmat-Nya.

Rasulullah SAW pernah bercerita tentang seorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut, pakaiannya kotor, ia menadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata: Ya Rabb! Ya Rabb! Sedangkan makanan, minuman, dan pakaiannya haram. Mana mungkin, kata abi, permohonannya akan dikabulkan oleh Allah (HR Muslim). Ketika menyebut hadist ini Ibnu Katsir mengatakan: makanan halal adalah penyebab diterimanya doa dan ibadah, sebagaimana makanan haram penyebab ditolaknya doa dan ibadah.

Dalam bersedekahpun kita harus mengupayakan menggunakan harta yang bersumber dari harta yang halal. semoga Allah Swt memberikan kemudahan dan memberi petunjuk untuk mendapatkan harta yang halal yang tidak terkontaminasi oleh harta yang haram.

-------------------------------------------------
(Diambil dari Hikmah Republika)

Sabtu, 25 September 2010

Luruskan niat sedekah, dekatkan diri kita kepada Allah dengan riyadhoh

Dalam melakukan perbuatan apapun niat merupakan hal yang paling utama, apabila niat belum jelas, maka hasil yang akan diperoleh juga belum optimal. Dalam bersedekah niat awal sebaiknya diperbaiki dahulu agar anda selalu dalam kondisi yang terbaik.

Kalau kita memberikan sesuatu kepada orang lain hanya karena ingin dipuji, maka akibatnya yang akan terima adalah pujian dari orang lain, bukan membuat hati kita menjadi tenang atau pahala yang besar dari Allah Swt. Jika niat kita semata karena Allah, insya Allah kita akan mendapatkan semuanya baik di dunia maupun pahala dari Allah Swt.

Rasulullah Saw, bersabda, “ sesungguhnya segala perbuatan harus dimulai dari niat “ jika kita pintar menata niat dalam menjalani kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang beruntung, mulailah segala sesuatu dengan niat yang baik. Apabila ditengah perjalanan ada gangguan , kita harus ingat tetap pada niat awal, pikiran kita akan menjadi rem untuk melakukan perbuatan yang bertolak belakang dengan niat awal.

Untuk selalu istikomah atau konsisten dalam niat apapun, kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu mohon petunjuk kepada Allah maka perlu melakukan riyadhoh (Riyadhoh 40 hari ustads Yusuf Mansyur) dengan melakukan sebagai berikut :

  1. Jaga Shalat tahajjud 8 rekaat + witir 3 rekaat
  2. Jaga shalat shubuh, zuhur, Ashar, Mahgrib, dan Isya (Shalat berjemaah, di masjid, sunnah Tahiyyatul Masjid)
  3. Jaga waaqi’ah sesudah subur atau sesudah ashar.
  4. Jaga shalat dhuha 6 rekaat, yang kuat 12 rekaat.
  5. Baca Zikir setelah shalat, ditambah Yaa Rozzaaq 11 x, Ayat Kursi, Plus Qulhu 3x (setiap sholat)
  6. Jaga setiap hari membaca 300 x laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100 x, dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat
  7. Jaga setiap hari baca istighfar 100x
  8. Jaga setiap hari baca subhaanallahi wabihamdihi subhaanallaahil’adzhiem 100 x pagi dan 100 x sore (boleh habis dhuha dan habis azhar / jelang maghrib).
  9. Jaga setiap hari baca Yaasiin (bebas waktu, yang penting 1 hari 1 kali)
  10. Tutup malam dengan shalat sunnat 2 rekaat; baca qulyaa di rekaat pertama, Qulhu di rekaat kedua, setelahnya baca salah satu as Sajdah, tabaarok (al Mulk) atau ar-Rahmaan.

Insya Allah dengan melakukan riyadhoh diatas, niat kita akan selalu istikomah dan mendapatkan petunjuk serta ridlo dari Allah swt

Allah berfirman dalam surat Ash-Shaaffat (37) ayat 99 “ Ibrahim berkata,”sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku dan Dia akan memberikan petunjuk kepadaku “.

Sebuah hadis riwayat Ahmad dan Al-Thabrani berbunyi, “Barangsiapa yang mendekati Allah sesiku, Dia akan mendekatinya sehasta. Barangsiapa mendekati Allah sambil berjalan, Allah akan menyambutnya sambil berlari.” Balasan dari Allah selalu lebih hebat dari apa yang kita lakukan. Dalam Al-Quran surat Luqman, ayat 15, Allah swt juga berfirman: Ikutilah jalan orang yang kembali pada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Kulah kembalimu. Lalu Aku memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.