Minggu, 18 Maret 2012

Silaturahmi dan santunan 11 Maret 2012

Pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2012 dilaksanakan santunan dan silaturahmi anak

asuh Taman kahuripan al-Hayy al-Qayyum dengan kegiatan antara lains :

a. Pembelajaran tentang kesenian islam " Marawis ". Untuk meningkatkan wawasan

seni anak asuh akan dilaksanakan pembelajaran kesenian Marawis. Latihan

dilaksanakan setiap hari minggu.

b. Santunan berupa beras dan minyak untuk 35 anak asuh yang hadir dan sekaligus

pemberian bantuan pendidikan untuk anak SD, SMP dan SMA setiap bulan.

c. Pembacaan doa untuk keluarga besar anak asuh Taman kahuripan yang berulang

tahun pada bulan Februari dan Maret.

d. Pemberian hadiah untuk anak asuh yang berprestasi mampu menambah

menghafal ayat al Quran setiap bulannya, untuk memotivasi anak asuh belajar al-Quran

Kesabaran Rasulullah

Ketika Rasulullah sedlang duduk-duduk di tengah para sahabatnya, salah seorang pendeta

Yahudi bernama Zaid bin Sa’nah masuk menerobos barisan jama’ah yang

melingkarinya, seraya menyambar kain Rasulullah dan menghardiknya dengan kasar.

Katanya, “Ya Muhammad! Bayarlah hutangmu. Kamu keturunan Bani Hasyim biasa

memperlambat pelunasan.” Pada waktu itu Rasulullah memang punya hutang kepada

orang Yahudi itu, namun belum jatuh tempo. Umar yang melihat peristiwa itu

langsung bangkit dan menghunus pedangnya, seraya memohon iin. Ucapnya,

“Ya Rasulullah, ijinkanlah aku memenggal leher bedebah ini!” Tetapi Rasulullah bersabda,

“Ya Umar, aku tidak disuruh berdakwah dengan cara begitu. Antara aku dan dia

memang sedang membutuhkan kebijaksanaanmu. Suruhlah dia menagih dengan sopan

dan ingatkanlah aku supaya melunasinya dengan baik.” Mendengar sabda Rasulullah

tersebut, orang Yahudi itu berkata,

“Demi yang mengutusmu dengan kebenaran. Sebenarnya aku tidak datang untuk

menagih hutangmu, namun aku datang untuk menguji akhlakmu. Aku tahu,

tempo pelunasan utang belum tiba waktunya. Akan tetapi aku telah membaca

sifat-sifatmu dalam Kitab Taurat, dan ternyata terbukti semua, kecuali satu

sifat yang belum aku uji, yaitu kebijakkanmu bertindak pada waktu marah. Ternyata

tindakan bodoh yang ceroboh sekalipun engkau dapat mengatasinya dengan bijaksana.

Itulah yang aku lihat sekarang ini. Maka terimalah Islamku ini, ya Rasulullah, “Asyhadu

alaa ilada illallah wa annaka ya Muhammad Rasulullah” “Aku bersaksi tiada tuhan selain

Allah dan engkau adalah Rasulullah.” Cara bersabar dengan membiarkan orang marah

tanpa meladeninya merupakan cara efektif dakwah Rasulullah yang sering beliau lakukan.

Kesabaran beliau malah mendapat simpati dari seorang Yahudi sehingga dengan

kesadarannya sendiri mau memeluk agama Islam.

(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, J

Sabtu, 11 Februari 2012

ANAK SHOLEH HIDAYAH DARI ALLAH

Kami pernah mendengar keluhan seorang bapak pada kami. Bapak ini memang masih keluarga dekat kami, yaitu sama-sama bermarga Tuasikal.

Dia mengeluh tentang anaknya. “Mas sudah 2 bulan ini anakku tidak mau masuk sekolah,” begitulah keluhannya pada kami. Kami hanya terdiam saja. Bapak ini juga minta agar diajarkan do’a atau amalan tertentu supaya anak tercintanya ini bisa lagi kembali sekolah. “Iya, pak nanti saya cari dulu do’a atau amalannya,” jawab kami.

Kemudian kami kemarin tidak sengaja ke toko kitab. Di sana kami menemukan kitab yang sangat menarik yang ditulis oleh ulama saat ini, Syaikh Musthofa Al Adawi. Judul kitab tersebut adalah Fiqh Tarbiyatil Abna’. Di dalam kitab ini banyak penjelasan yang cukup menarik mengenai cara mendidik anak. Insya Allah pada kesempatan kali ini dan kesempatan akan datang, kami akan menyarikan pelajaran-pelajaran berharga dari kitab tersebut. Semoga ini bisa menjadi solusi dari keluhan bapak tadi.

Yang Patut Diingat oleh Orang Tua

Ada suatu hal yang perlu dipahami oleh setiap ortu ketika mendidik anak. Kita memang ingin sekali menjadikan anak dan keturunan kita sebagai anak sholih. Kita ingin mereka menjadi anak yang baik. Kita ingin agar mereka menjadi anak yang berbakti dan taat. Namun, ada suatu hal yang kita sering lupakan. Kita memang sudah berusaha mendidik mereka dengan pendidikan yang baik dan berkualitas. Bahkan mereka juga kita wajibkan masuk TPA atau masuk pondok pesantren. Namun kadangkala, kita hanya bersandar pada usaha kita semata, tanpa mau melirik bahwa hidayah dan petunjuk adalah di tangan Allah termasuk hidayah pada anak dan keturunan kita. Walaupun kita telah pontang panting dengan melakukan berbagai sebab, namun jika Allah menakdirkan berbeda, lantas apa yang bisa kita perbuat. Selayaknya kita banyak merenungkan ayat-ayat semacam ini:

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’rof : 178)

“Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena sedih terhadap mereka.” (QS. Fathir : 8 )

“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk baginya.” (QS. As Sajdah : 13)

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.” (QS. Yunus : 99)

Mengambil Pelajaran dari Kisah Nuh dan Anaknya

Lihatlah pula pada kisah Nabi Allah Nuh ‘alaihis salam. Dia mengatakan pada anaknya ,

“Hai anakku, naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Hud : 42)

Namun Allah tidak menginginkan anak ini mendapat hidayah. Anak Nabi Nuh malah menjawab,

“Aku akan mencari perlindungan ke gunung saja yang dapat melindungiku dari air bah.” (QS. Hud : 43)

Nabi Nuh berkata,

“Tidak ada yang dapat melindungimu hari ini dari azab Allah, selain yang Allah rahmati.” (QS. Hud : 43)

Nuh pun berdoa lagi pada Allah karena kasihan pada anaknya,

“Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMU itulah yang benar dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Hud : 45)

Allah tidak suka dengan perkataan Nuh tersebut,

“Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya dia telah berbuat yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui hakekatnya. Sesungguhnya Aku memperingatkan padamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud : 46)

Lihatlah saudaraku dan perhatikanlah dengan baik-baik kisah Nuh ini. Beliau sudah berusaha keras agar anaknya mendapat hidayah, namun Allah berkehendak lain.

Oleh karena itu, janganlah kita lupa untuk selalu memohon pada Allah agar Allah selalu memberi keberkahan dan penyejuk mata pada anak dan keturunan kita, di samping usaha dan sebab yang kita lakukan.

Ya Allah berkahilah selalu pendengaran, penglihatan, hati, dan istri kami, juga berilah keberkahan pada keturunan kami. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

Anak Sholeh adalah Hidayah dari Allah

Kami pernah mendengar keluhan seorang bapak pada kami. Bapak ini memang masih keluarga dekat kami, yaitu sama-sama bermarga Tuasikal.

Dia mengeluh tentang anaknya. “Mas sudah 2 bulan ini anakku tidak mau masuk sekolah,” begitulah keluhannya pada kami. Kami hanya terdiam saja. Bapak ini juga minta agar diajarkan do’a atau amalan tertentu supaya anak tercintanya ini bisa lagi kembali sekolah. “Iya, pak nanti saya cari dulu do’a atau amalannya,” jawab kami.

Kemudian kami kemarin tidak sengaja ke toko kitab. Di sana kami menemukan kitab yang sangat menarik yang ditulis oleh ulama saat ini, Syaikh Musthofa Al Adawi. Judul kitab tersebut adalah Fiqh Tarbiyatil Abna’. Di dalam kitab ini banyak penjelasan yang cukup menarik mengenai cara mendidik anak. Insya Allah pada kesempatan kali ini dan kesempatan akan datang, kami akan menyarikan pelajaran-pelajaran berharga dari kitab tersebut. Semoga ini bisa menjadi solusi dari keluhan bapak tadi.

Yang Patut Diingat oleh Orang Tua

Ada suatu hal yang perlu dipahami oleh setiap ortu ketika mendidik anak. Kita memang ingin sekali menjadikan anak dan keturunan kita sebagai anak sholih. Kita ingin mereka menjadi anak yang baik. Kita ingin agar mereka menjadi anak yang berbakti dan taat. Namun, ada suatu hal yang kita sering lupakan. Kita memang sudah berusaha mendidik mereka dengan pendidikan yang baik dan berkualitas. Bahkan mereka juga kita wajibkan masuk TPA atau masuk pondok pesantren. Namun kadangkala, kita hanya bersandar pada usaha kita semata, tanpa mau melirik bahwa hidayah dan petunjuk adalah di tangan Allah termasuk hidayah pada anak dan keturunan kita. Walaupun kita telah pontang panting dengan melakukan berbagai sebab, namun jika Allah menakdirkan berbeda, lantas apa yang bisa kita perbuat. Selayaknya kita banyak merenungkan ayat-ayat semacam ini:

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’rof : 178)

“Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena sedih terhadap mereka.” (QS. Fathir : 8 )

“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk baginya.” (QS. As Sajdah : 13)

“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.” (QS. Yunus : 99)

Mengambil Pelajaran dari Kisah Nuh dan Anaknya

Lihatlah pula pada kisah Nabi Allah Nuh ‘alaihis salam. Dia mengatakan pada anaknya ,

“Hai anakku, naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Hud : 42)

Namun Allah tidak menginginkan anak ini mendapat hidayah. Anak Nabi Nuh malah menjawab,

“Aku akan mencari perlindungan ke gunung saja yang dapat melindungiku dari air bah.” (QS. Hud : 43)

Nabi Nuh berkata,

“Tidak ada yang dapat melindungimu hari ini dari azab Allah, selain yang Allah rahmati.” (QS. Hud : 43)

Nuh pun berdoa lagi pada Allah karena kasihan pada anaknya,

“Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMU itulah yang benar dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Hud : 45)

Allah tidak suka dengan perkataan Nuh tersebut,

“Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya dia telah berbuat yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui hakekatnya. Sesungguhnya Aku memperingatkan padamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud : 46)

Lihatlah saudaraku dan perhatikanlah dengan baik-baik kisah Nuh ini. Beliau sudah berusaha keras agar anaknya mendapat hidayah, namun Allah berkehendak lain.

Oleh karena itu, janganlah kita lupa untuk selalu memohon pada Allah agar Allah selalu memberi keberkahan dan penyejuk mata pada anak dan keturunan kita, di samping usaha dan sebab yang kita lakukan.

Ya Allah berkahilah selalu pendengaran, penglihatan, hati, dan istri kami, juga berilah keberkahan pada keturunan kami. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST

Santunan dan silaturahmi tgl 21 Januari 2012

Pada tanggal 21 januari 2012 jam 16.00 wib diselenggarakan santunan dan silaturahmi

anak asuh Taman Kahuripan Al Hayy Al Qayyum, santunan berupa bantuan pendidikan

untuk anak SD dan SMP serta santunan sembako untuk anak asuh dan Manula

di Kp. Bencongan Tangerang.

Dalam acara disampaikan tema Perayaan Hari Ulang Tahun secara islami sehingga

anak asuh lebih memahami dan melaksanakan perayaan hari ulang tahun secara islami,

sehingga tidak ikut-ikutan merayakan hari ulang tahun secara berlebihan dan

kurang bermanfaat. Disamping itu beberapa anak asuh melantunkan ayat ayat

suci al Quran sesuai janji mereka pada bulan sebelumnya untuk menghafal beberapa

surat al Quran.

Sabtu, 07 Januari 2012

Berikanlah yang terbaik untuk Allah ketika sedang banyak harta

Hidup kadang diatas dan kadang dibawah, bagai roda pedati, Roda pedati terus berputar, sehingga kita tidak mengtahui apa yang akan terjadi besok pagi dan seterusnya..

Semua rahasia kehidupan tersimpan sepenuhnya dalam kekuasaan Allah, kita diminta Allah untuk berbuat amal sebaik-baiknya dan memberikan manfaat pada alam semesta beserta isinya.

Pada saat kita sedang diberikan rejeki, maka maanfatkanlah untuk kebaikan, tunaikan hak-hak orang fakir dan miskin yang ada dalam harta kita, karena sesungguhnya didalam kekayaan kita ada hak kaum dhuafa..

Masa-masa banyak harta adalah saat yang paling baik untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang tidak beruntung secara ekonomi..

Kekayaan juga merupakan ujian disamping juga amanah. Banyak orang yang berhasil lulus dari ujian kemiskinan dan kesusahan hidup, namun gagal ketika Allah menguji dengan kekayaan. Mereka jadi lupa diri, bakhil dan sombong.

Masa kaya adalah masa “ menanam “ kebaikan dan kebajikan sebanyak- banyaknya serta tetap mengantispasi agar kita tetap dapat bermanfaat bagi alam semesta ini sampai kita dipanggil Allah swt. Invsetasi yang produktif, persiapan masa pension dan dana pendidikan dengan baik merupakan langkah langkah agar kita tetap dapat memberikan manfaat bagi sesama sampai akhir hayat kita.

Semoga kita diberikan konsistensi dan kemudahan untuk melaksanakannya….Amien,

Sabtu, 31 Desember 2011

Santunan dan silaturahmi tgl 3 Desember 2011

Silaturahmi dan santunan anak asuh Taman kahuripan Al Hayy al Qayyum dilaksanakan pada

tanggal 3 Desember 2011

dihadiri sekitar 45 anak asuh dan manula. Dalam acara ini disampaikan pula makna bulan

muharram dan diskusi tentang keutaaman bulan muharram. Kita semua diharapkan

mampu "berhijrah" menjadi lebih baik dalam segala hal. Contoh perilaku hijrah

secara sederhana didiskusikan pada anak anak asuh sehingga dapat mudah

memahaminya dan dilaksanakan dalam perilaku sehari hari. Kebiasaan suka menolong,

membantu temen sekolah yang sedang susah, meminjamkan alat sekolah kepada

teman yang tidak punya, tidak sombong dll harus tercermin dalam sikap seorang muslim.

Secara konsisten anak asuh yang telah berhasil menghafal surat al-quran sesuai kesepa-

katan di berikan motivasi berupa hadiah yang menarik sehingga mendorong anak asuh

untuk menghafal dan mengerti ayat ayat al Quran.

Disamping santunan rutin setiap bulan (SD rp. 50.000 dan SMP/SMA = Rp. 75.000)

juga diberikan santunan berupa sembako kepada 45 anak asuh dan manula.




Selasa, 08 November 2011

Bakti sosial di Mushola Al. Hidayah, kel bencongan Tangerang

Dalam rangka membantu menyehatkan masyarakat kurang mampu di kelurahan Bencongan,

Kec. Kelapa dua Tangerang pada tanggal 23 Oktober 2011 telah dilakukan bakti sosial

dan sosialisasi kesehatan di Mushola Al. Hidayah, Kp. Bencongan Rt. 1 Rw. 1 Kelurahan

Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang.

Jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 orang meliputi ketua RT, RW, pengurus mushola

dan masyarakat kampung Bencongan. Sosialisasi kesehatan meliputi pentingnya menjaga

kesehatan secara preventif dengan banyak mengkonsumsi sayur, makanan sehat, pola

makan dan pola hidup Rasulallah.

Ketidaktahuan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan ditengah banyaknya promosi

makanan atau penyedap yang kurang sehat, akan sangat berpengaruh terhadap

kondisi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Hal ini tentu akan meningkatkan

biaya kesehatan yang berdampak langsung menurunnya kualitas hidup masyarakat kurang

mampu.

Secara konsisten bakti sosial kesehatan ini akan dilakukan untuk menyadarkan masyarakat

kurang mampu tentang pencegahan atau pengobatan penyakit dengan mengkonsumsi

tanaman herbal yang ada di sekitar kita sehingga mengurangi potensi biaya

pengobatan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam kegiatan ini diperkenalkan

terapi bekam sesuai sunah Rasul untuk pengobatan dan perawatan penyakit-penyakit

degeneratif (Diabetes, Kolestrol, Jantung dll)

Selasa, 25 Oktober 2011

Santunan dan silaturahmi tgl. 25 september 2011

Pada tanggal 25 September 2011, telah dilaksanakan halal bihalal anak asuh dan pemberian santunan sembako kepada 30 anak asuh Al-Hayy Al Qayyum dan santunan kepada 10 orang manula

Kp. bencongan Tangerang.

Disamping itu untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak asuh diberikan hadiah

pada anak asuh yang dapat menghafal beberapa surat Al. Qur'an. Kegiatan ini diharapkan

akan memacu anak asuh untuk termotivasi menghafal al-Quran.

Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat islam yang seharusnya dihafalkan, dimengerti

dan diamalkan sejak usia dini.

Contoh-contoh sederhana dalam pengamalan setiap surah al-Qur'an di didiskusikan oleh

anak asuh sehingga dilakasanakan secara kongkrit oleh anak asuh dan kita semua.

Sebagai bentuk kepedulian kesehatan, dalam waktu dekat akan dillaksanakan bakti sosial

dalam bidang kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai

pentingnya kesehatan dan bagaimana menjaga kesehatan secara sederhana dan murah.

Sabtu, 17 September 2011

KETELADANAN RASULULLAH KETIKA DISAKITI

Keteladanan Rasulullah ketika disakiti.

Sebaik baik akhlaq

Adalah adalah Rasulullah SAW. Karena itu, dalam setiap shalat, kaum

muslimin selalu mengucapkan shalawat kepada Rasulullah. Kepribadian
Nabi Muhammad SAW yang jujur dan lembut membuat beliau digelari Al-Amin
atau yang dapat dipercaya.
Terlahir sebagai yatim piatu, Rasulullah
dikenal sebagai sosok yang mulia serta sangat menyayangi kaum dhuafa
dan anak-anak yatim piatu. Sikapnya yang santun dan bijaksana membuat
beliau sangat disegani oleh kaumnya, sebelum akhirnya wahyu Allah
datang kepada beliau. Yakni, perintah membawa risalah Islam kepada
seluruh manusia.

Tak ada yang tak indah pada kepribadian kekasih Allah tersebut.
Sebuah sikap Rasulullah SAW yang amat mengagumkan adalah kesabaran.
Perbuatan itu memang selalu beliau anjurkan, baik kepada kaumnya yang
terdahulu maupun kita, pengikutnya sebagai umat akhir zaman. Pada
awal-awal masa dakwah kenabiannya, sungguh berat penderitaan yang
diterima beliau. Caci maki dan siksaan dari kaum kafir Quraisy menjadi
hal sehari-hari yang beliau terima. Malah, sepeninggal paman beliau,
Abu Thalib, siksaan kaum Quraisy semakin menjadi-jadi. Adalah kesabaran
yang luar biasa beliau tunjukkan menghadapi
masa-masa berat itu.

Satu hikmah lewat kisah mengharukan saat beliau memasuki Kota Thaif
untuk berdakwah kiranya dapat kita ambil sebagai teladan dari kesabaran
Rasulullah SAW. Di kota tersebut, siksaan yang Rasulullah terima sangat
hebat. Sepanjang jalan, Rasulullah dilempari kotoran. Tidak hanya itu,
tubuhnya pun dilempari batu hingga wajah beliau berdarah-darah. Namun,
tindakan biadab tersebut tidak menjadikan Rasulullah kendur dalam
mendakwahkan Islam. Bahkan, Malaikat Jibril pun menawari Rasulullah SAW
untuk membalas perlakuan kaum kafir yang sudah di luar batas
kemanusiaan itu.

Namun apa jawab Nabi? "Mereka (kaum kafir itu) berbuat demikian
karena mereka tidak tahu," kata baginda Rasulullah. Beliau bahkan
mendo'akan kaum kafir tersebut agar diberi hidayah oleh Allah SWT.
Sungguh indah tindakan Nabi. Dalam diri beliau begitu tertanam cinta
kasih yang luar biasa. Keburukan dibalas dengan kebaikan. Perlakuan
tidak menyenangkan dibalas dengan mendo'akan untuk kebaikan.
Penganiayaan yang beliau terima tidak dibalas dengan emosi.

Ketika Islam sudah bergema di seluruh penjuru jazirah Arab, sikap
hidup Rasulullah tidak berubah, yakni sabar dan sederhana. Itu beliau
tunjukkan saat hendak mengikuti salah satu shalat Subuh berjama'ah
bersama para sahabat. Perut beliau yang kurus dibebati kain yang berisi
batu untuk menahan lapar. Salah seorang sahabat Nabi, Abu Bakar
Ash-Shidiq RA, yang mengetahui hal itu menangis melihat keadaan
Rasulullah. Padahal, jika Rasulullah mau, harta, kekayaan, dan makanan
lezat siap tersaji. Tapi, tidak.
Rasulullah tidak melakukannya. Pribadi
yang mulia dan arif menjadikan Rasulullah menjadi contoh bagi seluruh
manusia. Bahkan, Siti Aisyah RA menyebut suaminya tersebut sebagai
Al-Qur'an yang berjalan. Benar! Sikap dan perbuatan Nabi Muhammad SAW
merupakan amalan yang menjadikannya teladan sesuai petunjuk Al-Qur'an.
***
Kesabaranlah yang menjadi kunci keberhasilan Rasulullah dalam
mensyiarkan Islam hingga dikenal di seluruh penjuru dunia seperti
sekarang ini. Sabar menerima cobaan dan hidup sederhana merupakan salah
satu perbuatan yang beliau contohkan. Sabar memang harus diaplikasikan
dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Sebab, itulah yang dicontohkan
oleh Baginda Rasulullah SAW. Implementasi kesabaran yang diajarkan oleh
Rasulullah adalah syukur nikmat. Yakni, bersyukur atas segala nikmat
yang diberikan oleh Ar-Rahman.

Jika kesabaran telah merangkup di kalbu, jika ibadah dilakukan
semata karena Allah, maka tidak ada balasan yang setimpal kecuali
pahala berlipat ganda telah menanti. Bukankah hidup itu bukan hanya
urusan perut dan dunia semata? Kampung akhirat jauh lebih menjanjikan
kebahagiaan dan inilah janji Allah kepada hamba-hambaNya yang bertakwa.
Baginda Rasulullah pun telah mewariskan kepada umatNya, Al-Qur'an dan
As-Sunnah sebagai pedoman hidup, yang jika diimplementasikan, maka
hidup manusia tidak akan tersesat. Kami merindukanmu, ya Rasulullah.

disarikan : www.kotasantri.com

Rabu, 24 Agustus 2011

Ayat ayat puasa

Firman Allah Mengenai Puasa Ramadhan :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa"

(Q.S. Al-Baqarah: 183)

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

(Q.S. Al-Baqarah: 184).

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.”

(Q.S. Al-Baqarah: 185)

Kegiatan Ramadhan 2011

Pada tanggal 14 Agustus 2011 dilakukan buka bersama dan pembagian sejadah serta al-Quran bagi anak asuh Yayasan Darul Hikam di Jl. Kahuripan Raya no 22 Perumnas III Tangerang. Kegiatan ini ditujukan untuk lebih mengenal secara lebih dekat anak asuh sehingga dapat memahami potensi dan wawasannya. Dalam pertemuan ini diminta setiap anak asuh untuk membaca surat-surat pendek al-Quran dan mendapatkan hadiah apabila telah berhasil menghafal surat pendek sesuai kemampuan dan target yang disepakati.


Komiunitas Taman Kahuripan Al-Hayy Al-Qayyum berupaya untuk selalu meningkatkan kemampuan anak asuh (yatim dan dhuafa) secara bertahap dengan memberikan motivasi agar selalu meningkatkan hafalan al-Quran dan berperilaku santun dan sopan sesuai ajaran islam.

Kamis, 04 Agustus 2011

silaturahmi 30 Juli 2011

SILATURAHMI ANAK ASUH (YATIM DAN DUAFA) TAMAN KAHURIPAN TGL 30 JULI 2011

Silaturahmi anak asuh Taman Kahuripan, dilaksanakan tanggal 30 Juli 2011 dihadiri seluruh pengurus Taman Kahuripan, Ketua RW 16 Cibodas Baru, perumnas III Tangerang (bp. Cipto), Koordinator anak asuh di desa Cibodas baru, Yayasan Darul Hiqam (Bp. Sirajudin, Bp. Samsuri) serta anak asuh di wiayah Tangerang,

Acara silaturahmi meliputi doa yassin bersama, ceramah oleh ustad Yusuf, lantunan ayat suci oleh sdr. Agus Nurwansyah,. pemberian bantuan buku tulis, bantuan sekolah rutin setiap bulan serta santunan kepada para lanjut usia di daerah bencongan Tangerang.

Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan anak asuh Yatim dan Dhuafa Taman Kahuripan, maka setiap pertemuan akan dilakukan lomba menghafal al-Qur’an. Hal ini untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak asuh maupun kita semua untuk mengimplementasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari diawali dengan membaca Al-Qur’an dan memahami artinya.

Dalam hiruk pikuk kehidupan dunia ini, kadang kita lupa pedoman hidup manusia yaitu Al-Qur’an.

Selasa, 26 Juli 2011

Bagaimana rejeki dapat membawa berkah

Bagaimana rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.

Sabda Rasulullah SAW, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

Pertama, mengundang datangnya rezeki.

Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba- Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

Kedua, sedekah dapat menolak bala.

Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.

Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.

Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bias memanjangkan umur.”

Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah (baik).

Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?

Disarikan dari : sampaikan walaupun satu ayat ( Erva Kurniawan )

Selasa, 12 Juli 2011

KENAPA ORANG LUPA BERSYUKUR

Kita sering memusatkan diri pada yang kita inginkan bukan apa yang kita miliki.

    Kita mengukur nikmat Allah dengan ukuran diri kita sendiri, arinya jika keinginan kita dipenuhi, maka akan mudah untuk bersyukur. Jika belum dikabulkan maka kita enggan untuk bersyukur. Padahal apa yang kita ingginkan belum tentu yang terbaik dihadapan Allah dan belum tentu yang terbaik buat diri kita. Pikiran kita dipenuhi dengan target dan keinginan. Kita mengharapkan rumah mewah, mobil mwah serta pekerjaan yang banyak mendapatkan uang. Namun pada saat kita telah mendapatkannya pasti ada keinginan lain yang lebih besar, sehingga manusia tidak pernah puas, sehingga kita tidak pernah merasakan kekayaan sejati. Kekayaan dalam arti sesungguhnya adalah orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

    2. Selalu melihat orang lain lebih nikmat dibandingkan kita.

      Perilaku ini menyuburkan sifat iri dan dengki kepada orang lain. Kita jangan selalu melihat orang yang selalu lebih dari kita namun melihat orang lain yang lebih rendah dari kita sehingga kita selalu bersyukur.

      3. Menganggap apa yang kita miliki adalah hasil usaha sendiri.

      Perilaku ini menumbuhkan sikap kikir dan melupakan Allah sebagai pemberi nikmat

      4. Nikmat Allah yang diberikan kepada kita seolah-olah merupakan hak kita hidup di dunia antara lain nikmat sehat, makan, minum, bernafas, mendengar, melihat dan nikmat yang lain yang selalu diberikan kepada kita sehari hari seolah-olah dianggap hal yang biasa.

        Kamis, 07 Juli 2011

        Manfaat sedekah

        Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya." (Al- Baqarah ayat 261)

        Wahai orang yang beriman! Belanjakanlah pada jalan Allah sebahagian daripada hasil usaha kamu yang baik dan sebahagian daripada apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat, padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu kalau diberikan kepada kamu, kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi sentiasa terpuji.” (Al-Baqarah ayat 267)

        “Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya antara hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya, dan apa saja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki” (Saba’ ayat 39).

        “Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api” (Hadis Riwayat At Tirmidzi)

        والله أعلم

        Moga ada manfaat.

        Minggu, 12 Juni 2011

        Lomba tartil Qur-an, Adzan dan Pidato


        Dalam rangka Isra Mi'raj, komunitas Taman Kahuripan menyelengarakan beberapa lomba yakni : Lomba Tartil Qur'an, Adzan dan Pidato dengan tema Isra Mi'raj. Kegiatan dilaksanakan tgl. 4 Juni 2011 dan 19 Juni 2011 di Jalan Palem VI no. perumahan Palem Semi Tangerang.

        Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan anak asuh dalam bidang agama dan sekaligus mencari anak asuh yang mempunyai potensi dan semangat belajar yang tinggi.

        Peserta lomba ini diikuti 15 anak dari 46 anak asuh di komuinitas Taman Kahuripan yang berlokasi disekitar Tangerang dan Purwokerto. Juri perlombaan adalah Ustad Narto, Soma dan Samsuri. Pada tanggal 19 Juni 2011, insya Allah akan dilaksanakan pengajian, doa bersama sekaligus pengumunan lomba tartil Qur-an, Adzan dan Pidato.



        Rabu, 18 Mei 2011

        ORANG KAYA YANG BERSYUKUR


        Dalam surat al-Lail [92] ayat 5-7, Allah berfirman

        Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan”.

        Allah Swt, juga berfirman dalam surat Al-Lail[92] ayat 17-21 :

        Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, yang menginfakkan hartanya (dijalan Allah) untuk membersihkan (dirinya) dan tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) mencari keridlaan Tuhannya Yang Mahatinggi. Dan niscaya dia akan mendapatkan kesenangan (yang sempurna)”.

        Allah Swt, juga berfirman dalam surat Al-Baqarah [2]:ayat 271 ;

        “Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus bagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”.

        Allah Swt, juga berfirman dalam surat Ali-Imran[3] ayat 92 ;

        “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, dan itu sungguh, Allah maha mengetahuinya”.

        Dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim, dituturkan dari Abdullahbin Mas’ud r.a dari Nabi SAW :

        “ Tiada iri hati yang diperbolehkan kecuali dalam dua hal : yaitu seseorang yang dikarunai harta kekayaaan oleh Allah kemudian dibelanjakannya dalam kebenaran, dan seseorang dikarunai ilmu oleh Allah kemudian diamalkan dan diajarkannya”.

        Dituturkan dari Ibn’ Umar r.a dari Nabi Saw.

        “Tiada iri hati yang diperbolehkan kecuali dalam dua hal, yaitu seorang yang diberi pengertian tentang Al-Quran oleh Allah kemudian dia pergunakan sebagai pedoman hidupnya, baik dikala malam atau siang, dan seseorang yang dikaruniai harta kekayaan oleh Allah kemudian dia menafkahkannya baik di kala siang maupun malam”.

        Disarikan dari : Mutiara Riyadhushshalihin oleh Imam Al-Nawawi

        Senin, 02 Mei 2011

        silaturahmi tgl. 24 april 2011

        Dalam rangka silaturahmi Komunitas Taman Kahuripan telah dilaksanakan kegiatan pengajian rutin pada hari minggu 24 April 2011 jam 15.30 wib perumahan palem semi Tangerang. Pengajian dihadiri sekitar 25 anak asuh taman kahuripan.

        Untuk meningkatkan motivasi anak asuh akan dilakukan berbagai lomba / kegiatan antara lain membaca Al-Quran, lomba adzan dll. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan semangat dan motivasi belajar anak asuh

        Selasa, 12 April 2011

        BERDOALAH KEPADA ALLAH

        Allah adalah Maha Segalanya, Dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, Dia Maha Tahu dan Mendengar. Dia Maha Mengetahui apa saja yang dikhendakinya.

        Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah : 186

        Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

        Dari ayat diatas kita ketahui bahwa Allah sangat dekat dengan kita. Dia dapat mendengar doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Dia mengetahui apa saja yang menjadi keinginan kita.

        Kita dapat berdoa apa saja dan berharap bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa, misalnya terkena penyakit, kecemasan, ketakutan, kebimbangan dll. Hal ini ditekanlah oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya;

        “ Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan membuat rejeki bertambah?” Mereka berkata “ tentu saja wahai Rasulullah. Beliau bersabda “ serulah Tuhanmu siang dan malam, karena doa itu merupakan senjata bagi orang yang beriman.”

        Allah berfirman dalam surat al-Huud ayat 3 :

        Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepadamu sampai pada waktu yang ditentukan dan dia akan memberikan keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat

        Rasullah bersabda (HR. Abu daud)

        “ Barang siapa yang memperbanyak istiqfar, niscaya Allah melegakan tiap-tiap kegundahan mereka, melepaskan tiap-tiap kesempatan mereka dan memberinya rezeki secara tidak terduga”